Menteri dalam negeri Jendral polisi(purn) Tito Karnavian dalam acara live talk Sumsel virtual Fest 2020 di Ig tribun hari senin (20/04/2020) mengatakan jika sumatera selatan adalah daerah peringkat ke 10 tingkat kerawanan (COVID 19) dari 37 provinsi yang ada
Bagi daerah yang belum terdampak sangat normal untuk menganggap enteng hal ini, namun harus ingat jika Wuhan China, Eropa, Amerika, Italia, Amerika latin dan Australia sama berfikiran dan dianggap remeh wabah CORONA tsb
“Kita akan merasa menjadi masalah ketika masalah itu sudah besar didepan mata bahkan penyebarannya sangat mudah dan ini merupakan penyakit yang mematikan” ucap jendral kelahiran kota Palembang ini.
Oleh karena itu bagi daerah yg sudah punya kasus seperti Palembang dan Prabumulih, harus ditangani lebih serius
Anggaran yang ada segera disiapkan sepenuhnya untuk penanganan COVID 19 yg sedang mewabah dan bangun kekuatan sosialisasi dengan seluruh lapisan masyarakat, terutama di bidang masalah keagamaan karena di Sumsel sendiri masalah ini adalah yg paling sensitif
Selanjutnya Tito mengatakan bagi Palembang dan Prabumulih jika ingin memberlakukan PSBB( pembatasan sosial berskala besar) tidak akan ada masalah karena PSBB adlah pembatasan kerumunan sosial bukan me lock down
Bagi daerah yg belum terdampak dan masih aman sebaiknya melakukan persiapan terlebih dahulu, lebih berfikir over estimate ( kemungkinan terburuk) dari pada berfikir under estimate ( anggap enteng)
Karena jika kita berfikir over estimate, Ketika terjadi skenario yg tak terburuk yakni peningkatan paparan yg luar biasa cepat maka kita sudah siap. Sebaliknya jika kita mengganggap remeh (under estimate) ketika terjadi hal terburuk, kita terdadak dan rakyat yang jadi korban. “Kasihan mereka” ujar Tito
Untuk mengatasi hal2 terburuk adalah tugas dari para kepala daerah, sudah resiko menjadi pejabat dimasa krisis seperti ini untuk lebih tanggap dan membuat kebijakan yang harus mendahulukan rakyat. Hal semacam iniJustru menjadi batu ujian cobaan dan tempaan menjadi seorang pemimpin.
Seorang pemimpin harus nya berpikir sama dengan tentara perang, kalah satu langkah maka bisa fatal akibat nya
Kebijakan harus cepat dan terarah karena ini kalau menunda waktu akan fatal juga krn OTG( orang tanpa gejala) kita tidak tau . Yg menularkan lebih banyak lagi
