Linggau – Mura , Sriwijaya Times – Di saat pademi wabah bencana non alam Corona Virus Desease ( Covid 19 ) berlangsung saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ( Pemprov Sum-Sel ) mengadakan launcing aplikasi ” Si Pantau Covid 19 ” .Launcing aplikasi Si Pantau Covid 19 ini dilaksanakan pada hari ini Senin (4/5) melalui Vidio Conference (Vidcon ) , yang di ikuti oleh Pemerintah Kota ( Pemkot ) Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas ( Mura ) .Dalam vertual meeting melalui Vidcon Gubernur Sumsel H Herman Deru , Walikota Lubuk Linggau diwakili Wakil Walikota H Sulaiman Kohar dan didampingi Sekda H A Rahman Sani Serta jajaran OPD lainnya .Sementara itu Bupati Mura H Hendra Gunawan diwakili Asisten II H Aidil Rusman menyaksikan melalui Vidcon launching aplikasi sistem Informasi Si-Pantau Covid-19 SS (Sumatera Selatan), yang diresmikan secara langsung .Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru mengatakan aplikasi Si Pantau Covid-19 SS yang dikembangkan oleh tim Balitbang Pemprov Sumsel adalah aplikasi yang digunakan untuk menghentikan penularan Coronavirus Disease (COVID-19).Melalui aplikasi ini petugas dapat memantau secara efektif dan efisien terhadap pelaku perjalanan, ditujukan untuk memantau individu yang terkategori (Pelaku Perjalanan, OTG, ODP dan PDP) aplikasi terhubung dengan GPS.Dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim ,saya resmikan aplikasi Si Pantau Covid-19 SS.Diharapkan aplikasi ini dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura , ” kata Herman Deru.H Herman Deru menengaskan launching aplikasi ini juga disaksikan seluruh Walikota dan Bupati se-sumsel dengan mengunakan virtual metiing zoom di lokasi masing – masing daerah .Aplikasi ini dapat dipergunakan untuk keperluan memantau perkembangan penyebaran Covid 19 , seingga dapat mengirim laporan terkait kondisi kesehatan setiap hari melalui smartphone .” Maka dari itu sekali lagi saya harapkan kepada seluruh daerah se-sumsel , dapat mengunakan aplikasi ini secara efektif dan efesien , ” tegas Deru. (Zul)
Penulis: Times Prabumulih
Ramadhan ditengah wabah covid 19
Sesuai Dey tema yg diberikan panitia, maka pada kesempatan ini kami akan berbagi cerita tentang
“RAMADHAN CERIA DITENGAH WABAH COVID19”
Umat muslim menghadapi bulan Ramadan yang berbeda tahun ini, di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Meski begitu, setiap muslim harus bisa melewati Ramadan dengan ceria.
Hari ini kita sama sama sama merasakan sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya, terutama saat bulan Ramadan datang,
Biasanya, bulan Ramadan identik dengan masjid, tapi sekarang tidak boleh sementara. Berbagai rangakaian ibadah yg sebaiknya kita lakukan bersama dimasjid , kali ini harus rela kita tinggalkan. Seperti shalat tarawih berjamaah, tilawah Al-Quran , peringatan peristiwa Nuzulul Qur’an dan banyak lagi yg lainnya
Biasanya, ramai yang ngabuburit berbuka bersama tapi sekarang tidak boleh, semua orang harus di rumah saja.
Apakah bencana sekedar cobaan?
Apa peringatan ataukah hukuman?
Kata bang Haji Rhoma irama
Mengenai hal ini Allah SWT berfirman Dalam alquran surat Al Araf ayat 132 dan 133
بِمُؤْمِنِينَ
Artinya
“Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”. Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.“
“Mudah-mudahan wabah saat ini bukan saja azab bagi yang tidak beriman, tetapi juga ujian keimanan bagi setiap muslim,”
Kendatipun demikian
“Allah tetap maha baik, jadi kita tetap tersenyum agar imunitas tetap baik, jadi jangan panik, tidak boleh cemas, apalagi saat Ramadan, Kalau kita panik bisa menganggu kesehatan kita,
Yakinlah jika ramadhan kali ini MESKIPUN ditengah pandemi virus CORONA, kita akan tetap bisa menjalani ramadhan dengan CERIA yang akan membekas di ingatan kita masing-masing
Tentang ramadha CERIA
Untuk itu kami juga akan belajar memaknai arti dari sebuah KATA CERIA
Pertama C yang berarti cermat.
Di mana dalam kondisi pandemi, umat Islam harus tetap cermat. Saat ini, menjaga kesehatan adalah wajib, maka dilarang ke masjid.
“Ulama sudah memberikan fatwa dalam kondisi wabah kita untuk sementara tidak ke masjid. Kita harus cermat menerima ujian yang diberikan Allah,”
Kemudian huruf E artinya energik.
Semua umat Islam harus energik, jangan sampai puasa membuat kita bermalas-malasan, energi kita tetap melakukan yang terbaik, kita tetap menjaga koneksi dengan orang lain.
“Kita harus koneksi juga kepada Allah, jangan karena berpuasa kita menjadi malas,”
Kemudian R yang artinya responsif,
yaitu rasa kepedulian terhadap orang lain. Umat islam bisa berbagi apa saja lewat media yang ada, kalau tidak langsung tetap bisa dilakukan secara tidak langsung.
“Boleh jadi kelebihan harta atau ilmu dapat dibagikan kepada orang lain. Hal itu juga bentuk rasa syukur kepada Allah. Dengan begitu puasa juga menjadi sempurna,” katanya.
Kemudian ada huruf I yang diartikan inovasi.
Bulan Ramadan harus dilakukan inovasi, jadi pilihlah bagaimana caranya bisa nyaman dalam menjalankan Ramadan. Misalnya, seorang ayah yang memiliki sedikit hafalan, dapat meningkatkannya saat Ramadan.
“Sekarang harus inovatif, seorang ayah harus bisa jadi imam di rumah,” ujarnya.
Biasanya, masjid mengontrol ibadah tarwih, namun sekarang yang mengontrol diri sendiri. Jadi harus inovatif untuk mendisiplinkan diri sendiri. Sekarang tidak lagi dikontrol lagi oleh lingkungan masjid.
Huruf terakhir yaitu A yang berarti aktualisasi akhlak.
Sebab, pada akhirnya puasa menjadikan akhlak lebih baik. Misalnya dulu hanya salat wajib, sekarang juga melaksanakan salat sunnah. Hal itu menjadikan aktualisasi dalam sehari hari.
“Hari ini kita pindahkan hati dengan Allah di rumah saja, kalau biasanya di masjid,”
Kemudian yang dijaga dalam akhlak yaitu berbicara, lidah harus dijaga jangan menyakiti orang lain. Tidak mungkin orang baik memiliki kata kata yang menyakitkan.
“Jagalah perkataan karena kita juga berpuasa,”
KITA juga harus menjaga pandangan. Kemudian menjaga nafsu makan, agar tidak banyak makan saat berbuka. Jangan kerena puasa melampiaskan banyak makan di saat berbuka.
SELANJUTNYA kita juga harus banyak beristigfar, sebab Allah tidak akan mengazab bagi mereka yang banyak minta ampun. Allah adalah tempat bersandar terbaik karena dialah yang memenuhi harapan.
Demikianlah sedikit cerita dari kami, semoga ini akan membekas dan menjadi pelajaran bagi kita semua
“Mari kita tetap ceria selalu, semoga pandemi covid-19 ini berlalu dan kita meraih berkah bulan Ramadan,”
Akhir kata
Billahitaufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Asal DD , Di Mura BPD Kena Tusuk

MUSI RAWAS , Sriwijaya Times – Pemerintah Desa ( Pemdes ) Tri Anggun Jaya Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas ( Mura ) Provinsi Sumatera Selatan ( Sum-Sel ) sedang melakukan pelaksanaan pembangunan drenase yang mengunakan alokasi anggaran Dana Desa ( DD ) tahap pertama di tahun 2020 .
Namun setelah pembangunan cor beton drenase tersebut sedang berjalan , mendapat protes dari ketua Badan Pengawasan Desa ( BPD ) Tri Anggun Jaya Alkino (26) karena tidak sesuai prosedur .
Sehingga antara ketua BPD dan Pemdes Tri Anggun Jaya maupun pengawasan bangunan , terjadi peristiwa selisih paham dan cek – cok adu mulut .
Akhirnya ketua BPD Tri Anggun Jaya menyetop pelaksanaan pekerjaan dan merusak papan cor bangunan drenase tersebut .
Akibat cek – cok itulah dimediasi oleh Kapospol Bumi Makmur AIPTU Edi Gumay dan ketua BPD mengakui kesalahannya serta akan mengganti papan cor yang dirusak olehnya dan menyuruh pekerja untuk bekerja kembali .
Namun keesokan harinya ketiga pelaku yang menurut keterangan masyarakat selaku pengawas keamanan pembangunan siring tersebut mendatangi rumah korban dan membuka dinding rumah korban yang terbuat dari papan.
Kemudian terjadi pekerlahian antara ketua BPD dan ketiga orang diduga pengawas saat itu di rumahnya , sedangkan teman ketua BPD yang datang bertamu yaitu Nok.
Berusaha untuk memisahkan perkelahian tersebut namun ia terkena bacokan parang dan tembakan dari pelaku setelah korban terjatuh bersimbah darah dan juga pelaku Ardi mengalami luka bacok lalu ketiga kabur meninggalkan korban.
Kapolres Kabupaten Mura AKBP Suhendro Sik melalui Kapolsek Muara Lakitan Iptu Romi (27/4) membenarkan adanya kejadian perkelahian tersebut .
Yakni Ketua BPD Desa Tri Anggun, Alkino (26) warga Desa Tri Anggun Jaya Kecamatan Muara Lakitan dikeroyok tiga oknum pengawas keamanan proyek, berinisial A (40), P (38) dan Ad (36), yang kesemuanya warga Desa Tri Anggun Jaya.
Akibat kejadian itu korban Alkino mengalami luka pada kepala bagian atas sebelah kanan dan luka pada perut sebelah kiri .
Sehingga dilarikan ke RS PALI dan dirujuk ke RS Palembang , dan korban Nok mengalami luka bacok pada bagian wajah sebelah kiri, luka tembak pada perut sebelah kiri tembus ke belakang, luka bacok pada bagian tangan kiri dan luka pada kepala bagian belakang, dirawat di rs PALI dan dirujuk ke RS Palembang juga .
Sedangkan A (pelaku) mengalami putus lengan dirawat di RS Siti Aisyah Lubuklinggau .
” Kemudian Barang bukti (BB) 1 (satu) pucuk senpira 1 (satu) bilah parang 1 (satu) batang kayu 1 (satu) buah jam tangan, 1 (satu) pasang sendal jepit dan 1 (satu) sobekan kulit , telah kami amankan guna penyidikan lebih lanjut , ” tegasnya .( Sumber Berita Silmed ) .( Zul )
Prabumulih ajukan PSBB kepada gubernur dan Menkes RI

Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih dan Forum Komunikasi Daerah (Forkompimda) sepakat akan mengusulkan pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Prabumulih.
Pernyataan tersebut diutarakan oleh Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM didampingi Ketua DPRD Kota Prabumulih, Sutarno SE dan Wakapolres Prabumulih, Agung Adhitya SIK kepada wartawan dalam prescon di ruang rapat lantai I Pemkot Prabumulih usai memimpin rapat dengan Forkompimda, hari ini Senin (27/04/2020).
Menurut Walikota, Pemberlakuan PSBB sudah cukup layak, dan memungkinkan untuk di lakukan di Kota Prabumulih. Dan seandainya usulan PSBB jadi diberlakukan maka ada beberapa prosedur pengamanan yang akan diterapkan dan harus dipatuhi oleh warga Prabumulih dalam masa PSBB ini.

“Jika benar diberlakukannya PSBB maka kita bisa keras dalam menerapkan pengamanan, kalau ada yang berkumpul, harus di bubarkan, angkutan umum dibatasi maksimal 3 orang, jika lebih, akan diturunkan dan akan lebih keras lagi dalam pembatasan kegiatan sosial dalam bentuk apapun guna memutus rantai penyebaran virus ini. Pihaknya tengah memikirkan warga dari 7 (tujuh) kabupaten kota yang sering melintas di kota ini bagaimana nanti mekanismenya, contoh, seperti yang dari lahat itu andai di dalam kendaraan itu mereka ada 8 orang, maka yang 5 orang akan diturunkan, namun sebelum itu dilakukan kita juga harus sosialisasikan agar mereka tidak kaget, penerapan PSBB ini sudah sangat pantas dilaksanakan di prabumulih, dan kita juga telah membagikan sembako kepada masyarakat, makanan sudah ada, masker sudah pula di siapkan rasanya sudah sangat siap kita terapkan PSBB.” urai Walikota Ridho Yahya.
“Hasil rapat pagi tadi telah di sepakati dan sangat mendukung di ajukannya PSBB untuk di berlakukan di Kota Prabumulih ini. Hal ini di setujui oleh semua peserta di antaranya Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama, Subdenmpom, sedangkan dari pihak kepolisian dan Dandim mereka menerima apapun keputusan dari hasil rapat hari ini.” Ungkap Ridho Yahya
Namun meskipun sudah di sepakati dan akan diajukan ke kementerian terkait dan Provinsi, harus menuggu hasil pemeriksaannya dan belum tentu itu disetujui pemberlakuannya
“Yang jelas keputusan ada di tangan merrka, menteri kesehatan nanti akan meninjau dan melihat materi apa yang diusulkan, disana kan ada syarat-syaratnya, tadi pak wakapolres juga menyampaikan secara rinci persyaratan PSBB pada suati daerah, nah prabumulih ini nanti di tinjau, layak atau tidak PSBB,” Terangnya.
Dan juga walikota mengatakan kalau PSBB itu bukan hal yang menakutkan.
Nah masyarakat Prabumulih juga harus memaklumi dan lebih disiplin mematuhi segala protokol keamanan yang diterapkan semasa PSBB jika nantinya jadi disetujui dan diberlakukan.
Mari kita sama mempersiapkan diri jelang hasil keputusan usulan PSBB ini, sembari terus meningkat kan disiplin mengikuti protokol medis yang telah di instruksikan oleh Pemerintah, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.
Dan tak kalah penting lagi sebagai insan beragama kita tetap beribadah serta berdoa memohon kepada Sang Pencipta agar segera mengangkat wabah ini dari muka Bumi
ALOKASI PENYALUR BANTUAN TEPAT SASARAN DAN TINDAK TEGAS BILA ADA PENYALAHGUNAAN

Palembang, Sriwijaya Times news – Dalam kondisi bencana non Alam yang terjadi dikarenakan adanya dampak penyebaran pandemi corona virus deseas (COVID-19) masyarakat sangat berharap banyak bantuan yang diberikan oleh Pihak Pemerintah yang merupakan bentuk perhatian khusus dalam penanggulangan dari dampak yang dirasakan oleh masyarakat luas. Peran serta dan tanggung jawab instansi dalam hal ini Kementerian Sosial yang mengurusi persoalan ini sangat rentan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Pejabat pemerintahan baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang diberi amanat mengelola dana ini mesti hati-hati dan tidak menyalahgunakan kewenangannya agar penggunaannya tepat sasaran.
Jika tidak, ada ancaman hukuman pidana/hukuman mati bila menyalahgunakan dana tersebut jika dilakukan dalam keadaan bencana, seperti yang terjadi saat ini, dengan status darurat kesehatan masyarakat dan bencana nasional, Bencana non Alam akibat wabah pandemi Covid-19. Ancaman pidana mati ini diatur UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mengancam hukuman pidana mati bagi pelaku korupsi dalam keadaan tertentu. (fer/edi)
[26/4 23.14] +62 858-9638-8851: Hal ini senada apa yang disampaikan oleh Wakil. Bupati Musi Banyuasin- Sekayu Beni Hernedi, A.Md., S.Ip menghimbau dan menjelaskan, ” Bilamana ada yang main-main dengan Dana Bantuan Covid-19 hukumannya tidak ringan, tapi hukuman mati jelasnya. Dihimbau kepada masyarakat jangan coba-coba untuk bermain ditengah-tengah rakyat yang sedang kena musibah, lanjutnya.
Kita Bercanda, Tuhan Serius

Jelang pergantian tahun baru kmrn maunya cari kalender 2020 yang banyak tanggal merahnya…
Allah kabulkan sekarang😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Mau ganti Menteri pendidikan yg milenial supaya “nanti belajarnya secara on line”, “garap tugas online”, “rapotan gak usah repot ke sekolah, cukup pakai go send”
Allah nyatakan sekarang…😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Menteri pendidikan baru saja sampaikan keinginannya; “Siswa hrs merdeka belajar bisa dari rumah saja”, “Ujian nasional akan dihapus”
Allah realisasikan sekarang…😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
“Gak usahlah bersusah kerja di luaran, cukup kerja dari rumah saja”
“Butuh makan tinggal order gofood online, Butuh rapat tinggal online gak perlu ke kantor”
Allah dengarkan harapan kita sekarang😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Kita berdebat bagaimana cara mengurai kemacetan???
Allah berikan solusi sekarang😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Kita ramaikan isu pemanasan global
Bagaimana cara mendinginkan bumi dan membersihkan polusi udara???
Allah berikan jawaban sekarang😊
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Kerja gak ada habisnya, mau kumpul bareng keluarga yg utuh susahnya minta ampun, pergi pagi2 anak masih tidur, pulang malem.. Anak sudah tidur..
Paling wkt libur baru ketemu,
Sekarang Allah buat kita semua bisa berkumpul dgn keluarga setiap hari
_Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?_
Saudaraku..,
Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui…
Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang…
Segala puji bagi Allah, Penggenggam kuasa seru sekalian alam..
*Be Careful With What You Wish For*
*Ucapan bisa menjadi doa, maka berhati – hatilah dalam berucap*
Ayo Kali ini kita berdoa bersama *”Semoga Kita , Keluarga Kita, Kerabat Kita , Tetangga Kita dan Sahabat Kita Semua Selalu Sehat Sukses Sejahtera Bahagia Selamat Dunia Akhirat dan Diberi Umur Panjang yg Barokah.. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin”*
Prabumulih bertambah 2 positif corona
Hari ini, Kamis (23/4/2020), jumlah kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali merangkak naik.
Data Kementerian Kesehatan per 23 April 2020 yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Sumsel menyebutkan ada empat kasus baru positif Corona.
Keempat kasus positif baru tersebut masing-masing dua kasus dari Kota Palembang dan dua kasus dari Kota Prabumulih.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Yusri, SKM mengungkapkan, empat kasus baru terkonfirmasi positif tersebut merupakan hasil dari transmisi lokal.
Yusri mengatakan, dua kasus positif dari Kota Palembang itu masing-masing Perempuan dari Kota Palembang berusia 54 tahun dan 30 tahun.
Sementara dua kasus positif lainnya seluruhnya perempuan masing-masing berusia 4 tahun dan 17 tahun dari Kota Prabumulih.
“Semuanya penularannya dari transmisi lokal. Untuk Kota Palembang berasal dari kluster RS sementara yang dari Prabumulih berasal dari kluster Pasien 02,” beber Yusri dalam keterangannya kepada wartawan dalam Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (23/4/2020).
Sementara terkait dua PDP yang meninggal dunia dalam dua hari terakhir masing-masing dari Kabupaten Lahat dan OKU Timur hingga saat ini masih belum diketahui statusnya.
Menurut Yusri, pihaknya masih harus mengkonfirmasi lebih lanjut sejauh mana proses pengujian sampel kedua PDP tersebut.
“Kalau PDP Lahat saya harus konfirmasi dulu apakah sampelnya telah dikirim atau belum, untuk yang di OKU pasiennya meninggal tidak lama setelah dirawat jadi belum tahu apakah sudah diambil sampel atau belum,” jelasnya.
Dengan penambahan empat kasus positif baru, maka total kasus positif di Sumsel hingga saat ini berjumlah 93 orang.
Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam pemantauan berjumlah 1043 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di RS sebanyak 69 orang.
Tidak semua kasus positif dirawat di RS, Yusri mengatakan, sebagian orang yang terkonfirmasi positif melakukan isolasi mandiri.
Mereka adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan hasil tes positif yang tidak memiliki gejala klinis Covid-19.
“Kami meyakini mereka yang isolasi mandiri ini disiplin, karena mereka orang peduli dengan kesehatannya,” pungkasnya. (ron)
Dengan telah menerimanya nya pembagian sembako dari Pihak pemerintah Kota ini, diharapakan kepada warga Prabumulih dapat lebih tenang ‘Diam Dirumah’ tak bepergian kecuali ada keperluan.
“inshaAllah ini kita distribusi kan semua (bantuan sembako : red), saya yakin dan percaya dua tiga hari ini selesai, jadi dengan terbaginya sembako ini tidak ada alasan lagi warga untuk keluyuran” tutur Wako saat diwawancarai awak media, di Gedung Kesenian Kompleks Rumdin Walikota Prabumulih, Rabu (22/04/2020).

“Saya berpesan kepada seluruh warga Prabumulih yang pertama kita banyak – banyak tinggal dirumah, kecuali kalau ada hal mendesak baru boleh keluar, cuci tangan pake sabun, pakai masker kan sudah kita bagi, tidak ada alasan lagi… keluar rumah tidak pake masker” himbau Walikota Ridho Yahya, disela persiapan distribusi bantuan sembako lanjutan.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Prabumulih ini juga meminta warga nya untuk memberikan dukungan moral terhadap warga yang dinyatakan berstatus ‘positif Covid-19’ juga keluarganya.
“Yang tak kalah pentingnya lagi, kalau ada rekan kita, saudara, sahabat kita yang positif Corona jangan dikucilkan, jadi dia isolasi dirumah kita pantau jangan sampai dia keluar rumah, kita bantu dukungan moral, kalau kita dukung mereka, InshaAllah mereka cepat sehat dan berkumpul kembali bersama kita” tutupnya mengakhiri wawancara.

Adapun jumlah penerima bantuan sembako menurut Walikota, terdata sebanyak 34780 (tiga puluh empat ribu, tujuh ratus delapan puluh ribu) keluarga, total keseluruhan, setelah ada penambahan data yang masuk belakangan berjumlah 16 ribuan keluarga, yang telah menerima bantuan tahap awal. (Anja Rolandza)
Pemkot Linggau , Siapkan Ruang Isolasi Karantina

Lubuk Linggau , Sriwijaya Times – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan ( Sum-Sel ) telah menyiapkan 200 Kamar Isolasi , baik di hotel Hakmaz Taba , Dewinda, 929 dan Hotel City .
Penyiapan ruang isolasi ini guna untuk mengkrantina bagi warga ataupun tenaga medis yang terpapar resiko Corona Virus Desease ( Covid 19 ) .
Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe (21/4) menjelaskan ada penambahan dua hotel untuk karantina warga yang beresiko terpapar Covid 19 .
Total ada empat hotel yang digunakan untuk karantina atau isolasi warga, yaitu Hakmaz Taba, Dewinda, Hotel City dan Hotel 929.
“Kita sudah menyiapkan dari dua minggu yang lalu, dan sekarang kita akan mempersiapkan 200 kamar isolasi,” jelas Nanan .
H SN Prana Putra Sohe juga menerangkan pihaknya sudah membooking Hotel City dan nanti juga akan membooking Hotel 929 setelah Muratara selesai beberapa kedepan.
” Hotel city sudah di booking dan juga nanti hotel 929 setelah Muratara (warga isolasi) balik, karena cuma beberapa hari saja,”terang Nanan . ( Zul )
SURVEY TITIK LOKASI PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR MEMASUKI KOTA PALEMBANG



Palembang, Sriwijaya Times news – Pemerintah Kota Palembang hari ini Senin 20/04/2020 melalui Dinas Perhubungan Kota Palembang melakukan Survey Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satu upaya Pemerintah langkah pencegahan terhadap penyebaran dari virus corona (Covid-19) yang semakin meluas tingkat penyebarannya. PSBB ini akan diterapkan selama masa inkubasi terpanjang 14 hari namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. Hal ini tertuang dalam Pasal 1 Permenkes No. 9 Tahun 2020. PSBB adalah Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Virus Corona (Covid-19) Diseas 2019 sedemikian rupa untuk mencegahan kemungkinan penyebaran Corona Virus Dieseas 2019 (Covid-19)
Sehubungan dengan hal ini pihak pemerintah melalui Dinas Perhubungan menempatan petugas dari Dinas Perhubungan Kota Palembang di daerah Perbatasan yang memasuki Kota Palembang.
[20/4 17.58] +62 858-9638-8851: Adapun telah dilakukan Survey dibeberapa Titik Perbatasan masuk Kota Palembang ditempat petugas dari Dinas Perhubungan terhadap penutupan jalan kegiatan PSBB di Simpang kapsl Betung, batas Kota KM.12, Simpang Sungsi Gerang Plaju, batas kota Talang Jambe, Simpang Kebun Sayur Kenten Laut dan Simpang Tegal Binabgun Jakabaring.
[20/4 17.59] +62 858-9638-8851: Diharapkan kepada masyarakat dengan telah berlaku PSBB ini untuk membatasi dan menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang lebih luas lagi. Intensitas warga diupayakan lebih banyak dirumah, jangan lupa cuci tangan, menggunakan masker saat keluar dari rumah sesuai himbauan pihak pemerintah.(fer/edi)