Jelang Ramadan, IKADI resmi membuka kegiatan sekolah DA’I

IKADI (ikatan da’i Indonesia) Prabumulih membuka kegiatan SEKOLAH DA’I di masjid Al-Hikmah prabujaya, Sabtu (27/2) yang diikuti oleh perwakilan-perwakilan masjid di prabumulih

Pelatihan tsb merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan dan bedah buku “khutbah Jum’at penggugah iman” tulisan ketua IKADI Mohammad Mufid MPdI di aula Islahul ummah tgl…. Yg di ikuti 160 peserta perwakilan masjid sekota prabumulih

Kegiatan sekolah dai akan berpindah dari satu masjid ke masjid yg lain sesuai kesepakatan, Jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang. Pertemuan satu pekan satu kali setiap hari Sabtu pukul 13.00-16.00 tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah

H. Nas nurmal SH MSI dalam sambutannya selaku takmir masjid Al-Hikmah prabujaya mengatakan jika dirinya dan pengurus meminta kepada pengurus IKADI untuk menjadi tuan rumah pertama pada kegiatan ini dan disetujui oleh IKADI ” Alhamdulillah, kegiatan yg sudah lama kita nantikan akhirnya pada hari ini kita mulai n semoga kegiatan ini akan terus kita laksanakan karena sangat penting untuk kita yg masih perlu banyak belajar” ujar pak Nas

Ketua IKADI Mohammad Mufid MPdI didampingi kepala sekolah DA’I Muslimin jamir mengatakan “Program sekolah dai gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Ini sebagai komitmen IKaDI memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar agama lebih dalam lagi” ujar ustadz Mufid

Selanjtnya ustadz mufid juga menyampaikan Materi yang disampaikan antara lain, Urgensi Dakwah, Akhlaq Da’i, Retorika Dakwah, Khutbah Jum’at, Penguatan Ruhiyah Dai, Fiqhud Dakwah, Dakwah Fardiyah, Public Speaking, Dakwah di era milenial, medsos dan tradisional, Shirah Nabawiyah dan sebagainya.

Kepala sekolah DA’I sendiri Muslimin Jamir SIP MM yg juga merupakan owner dari MJ QUA menuturkan jika ada satu program khusus jelang Ramadhan, IKADI akan mengadakan Bedah Buku berjudul Pesan dan Nasihat Untuk Para Pejuang Ramadhan sekaligus Pelatihan Kultum Ramadhan.

“Terimakasih untuk amanah sebagai kepala sekolah DA’I yg telah diberikan oleh ketua IKADI dan tentunya harapan kita semua jika kegiatan ini akan terlaksana dengan baik juga akan menghasilkan para da’i muda yang profesional” tutur MJ

Salah satu peserta dari masjid Baiturrahman cambai MUHAMMAD DARSO berharap jika kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan ini juga bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk segera memberikan izin untuk semua kegiatan umat Islam di masjid-masjid.

PWI Prabumulih Gelar Orientasi Wartawan

PRABUMULIH, TIMES – Sebanyak 28 orang wartawan mengikuti kegiatan orientasi yang digelar PWI Prabumulih pada Kamis (25/02) di Gedung Kesenian Pemkot Prabumulih.

Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Prabumulih H Ridho Yahya diwakili Asisten 1 Aris Apriyadi. Dalam sambutannya Asisten 1 sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini akan lebih meningkatkan kualitas wartawan.
” Ada tiga hal upaya dilakukan dalam meningkatkan profesionalisme, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengalaman, ” ujar Asisten

Dalam kesempatan itu, Asisten 1 mengucapkan selamat kepada peserta yang mengikuti orientasi dan peningkatan,” Mudah mudahan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang bermanfaat untuk insan pers di Prabumulih, khususnya masyarakat Prabumulih,” ungkap Asisten 1.

Sementara Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar mengibaratkan wartawan itu seperti adanya emas berharga yang memiliki kadar atau nilai tertentu,” Jadi wartawan itu seperti emas, ada yang 24 karat, ada juga yang 22 karat bahkan ada juga emas yang sapuan (tidak asli,red),” katanya.

Namun demikian, kata firkom, tujuan PWI adalah melakukan pembinaan terhadap wartawan agar wartawan tersebut menjadi profesional yang berkualitas seperi layaknya emas 24 karat.

Ketua PWI Prabumulih Mulwadi dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 28 orang, terdiri dari 14 orang untuk anggota muda dan 14 orang peningkatan status dari anggota muda naik menjadi anggota biasa. Hadir dalam kegiatan ini Kadin Kominfo Prabumulih, Kejari Prabumulih, Kapolres, PT Pertamina dan Bank Sumsel serta undangan lainnya. (Harry)

Fraksi PKS kembali potong gaji untuk bantu korban bencana

Jakarta (18/01) — Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menginstruksikan seluruh Anggota Fraksi PKS secara nasional (dari pusat hingga daerah) untuk membantu korban bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti di Kalsel, Kalbar, Sulawesi khususnya di Majene dan Manado, dan beberapa wilayah di Jawa dan Sumatera. Untuk merealisasikan hal itu, setiap Anggota Fraksi PKS dipotong gajinya sebagai wakil rakyat.

“Bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi perhatian dan keprihatinan mendalam Fraksi PKS DPR RI. Untuk itu sebagaimana yang telah berulang kali kami lakukan, Fraksi PKS kembali melakukan aksi peduli korban bencana dengan memotong gaji sebagai wakil rakyat,” ungkap Jazuli.

Kebijakan Fraksi PKS DPR ini, lanjut Jazuli, insya Allah diikuti oleh seluruh Anggota Fraksi PKS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sambari berharap semoga upaya kolektif ini dapat meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

“PKS sendiri telah menerjukan kader dan relawan serta mendirikan posko di lokasi-lokasi bencana berkoordinasi dengan instansi pemerintahan/BPBD setempat. Ini semua bagian dari upaya PKS memberikan pelayanan yang optimal kepada rakyat tertutama mereka yang tertimpa musibah,” ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat bergerak bersama membantu korban bencana melalui saluran-saluran yang ada, instansi pemerintahan dan lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan terpercaya.

“Semoga Allah ringankan ujian dan segera angkat berbagai musibah dan bencana dari negeri Indonesia yang kita cintai bersama, _amiin ya Robbal aalamiin_,” tutup Jazuli. (Humas fraksi PKS)

Masyarakat sudah pintar pilih pemimpin. MAT AMIN harapan prabumulih

Timesnews,Prabumulih. Meskipun Pilkada Prabumulih masih lama dan KPU juga belum gencar melakukan sosialisasi begitupun dengan partai politik belum ada yg mensosialisasikan terkait bakal calon (balon) untuk menduduki korsi wako dan wawako

Namun di kalangan Masyarakat prabumulih, mereka mulai menerka-nerka dan berharap jika nantinya akan ada tokoh-tokoh hebat yg akan maju sebagai orang nomor satu dan dua di prabumulih ini. Tentunya yg dimaksud tokoh hebat adalah mereka yg memiliki peran dan aktif serta peduli dengan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah.

Salah satunya adalah H MAT AMIN SAg yg sekarang adalah anggota komisi 1 DPRD kota Prabumulih, beliau (MAT AMIN) beliau sangat dikenal dikalangan masyarakat prabumulih terutama dikalangan ulama dan masyarakat menengah kebawah.

MAT AMIN juga dikenal sebagai pribadi yg baik, ramah dan dermawan. Selain itu beliau kerap terjun langsung ke lapangan dikala masyarakat prabumulih terkena musibah seperti yg dituturkan salah satu warga muara dua FERI GUNAWAN saat ditanya tentang siapa yg pantas untuk menjadi calon pemimpin di prabumulih ” Mun kami wong sini( muaradua red) tentunyo kami ngarep nian kalo pak MAT AMIN maju, teserah nak no 1 po 2 , pokoknyo kami nak milih Dio ” ujar FERI dengan logat prabumulih asli

Selain itu warga prabujaya ISMAN juga menuturkan hal senada ” kalo pak AMIN (MAT AMIN red) nyalon, kami disini mati-matian nolong Dio) senada berapi-api

Tentunya bukan Feri dan Isman saja yg berpendapat demikian, karena selain MAT AMIN adalah anggota DPRD prabumulih beliau juga merupakan tokoh masyarakat yg ternama dan juga sangat dikenal dikalangan ulama-ulama Prabumulih.

Tak hanya itu selain MAT AMIN adalah sosok yg membaur dg masyarakat, beliau merupakan sosok pemimpin yg disegani dan dikagumi. Terbukti dengan keberhasilan MAT AMIN mengelolah sekolah Islam terpadu islahul ummah.

Salah satu tokoh masyarakat prabumulih INDARTO juga menyampaikan hal senada terkait dukungannya terhadap politisi PKS tsb( MAT AMIN) “Politisi yg lengkap,yg memiliki kemampuan di segala lini , kecakapan yg mumpuni yg akan mencuri peehatian masyarakat utk kemudian menjadi pilihan utama jika mmg masyarakat menghendaki perubahan yg nyata di prabumulih” ujar Indarto saat dihubungi melalui WhatsApp (ardi.red)

Dunia bukanlah tempat pembalasan

🕌 KHUTBAH JUM’AT 🕌

°°DUNIA BUKANLAH TEMPAT PEMBALASAN°°

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Suatu pagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah selesai melaksanakan shalat subuh, dia bersabda kepada para sahabatnya:

هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمُ الْبَارِحَةَ

“Apakah ada di antara kalian yang mimpi tadi malam?” (📖HR. Muslim)

Bila ada sahabat yang tentang mimpinya, maka Rasulullah pun mentakwilnya, bila tidak ada maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi, aku diajak oleh dua malaikat. Lalu aku pun pergi bersama keduanya, lalu aku melewati seorang laki-laki yang ditelentangkan, kemudian satu lagi membawa batu besar. Lalu kemudian orang yang membawa batu besar ini menghancurkan kepala orang yang telentang tersebut, sehingga kemudian batu itupun menggelinding. Baru kemudian ia mengambil batu tersebut. Ketika kembali maka kepala orang tersebut telah menjadi bagus kembali dan dihancurkan, demikian terus sampai hari kiamat.

Maka aku bertanya kepada malaikat itu: ‘Siapa dia?’ Kata malaikat itu: ‘Pergilah, pergilah.’

Kemudian aku pun pergi, lalu aku melihat seorang laki-laki yang mulutnya disobek sampai ke tengkuknya. Ketika yang kanannya telah selesai lalu kemudian yang kirinya pun disobek lagi, mulutnya, matanya, demikian pula bagian wajahnya, dicabik-cabik. Aku bertanya: ‘Siapa dia?’ Malaikat itu berkata: ‘Pergilah, pergilah.’

Kemudian aku melewat laki-laki dan wanita yang telanjang berada dalam tungku. Ketika api menyambar dari bawahnya, mereka menjerit kesakitan, mereka berusaha untuk keluar namun mereka tidak mampu. Lalu aku bertanya: ‘Siapa mereka?’ Maka malaikat itu berkata: ‘Pergilah, pergilah.’

Kemudian -kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- aku melewati seorang laki-laki yang berada di pinggir sungai, sementara di sungai itu adalah sungai darah. Setiap kali orang yang berenang itu sampai ke tepian, maka lelaki yang berada di tepi itu kemudian membuka mulut orang yang berenang itu dan dimasukkan batu ke dalam mulutnya. Kemudian dia kembali berenang. Lalu aku bertanya: ‘Siapa dia?’ Kata malaikat: ‘Pergilah, pergilah.’”

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diajak ke sebuah bukit yang sangat terjal kemudian malaikat itu berkata: ‘Naiklah!’ Kata Rasulullah: ‘Aku tidak mampu’ Malaikat itu berkata: ‘Kami akan membantumu.’ Lalu kemudian Rasulullah naik dan ternyata -kata Rasulullah- aku mendengar suara yang sangat mengerikan sekali. Dan aku melihat orang yang digantung kakinya dan kepalanya di bawah, sementara mulutnya disobek berdarah-darah. Aku bertanya: ‘Siapa mereka?’ Kata malaikat: ‘Pergilah.’

Dalam satu riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah melewati wanita yang payudaranya dipatuki ular-ular yang beracun. Dan aku bertanya: ‘Siapa dia?’ Kata malaikat: ‘Pergilah.’ Sehingga aku pun pergi lalu aku masuk ke sebuah taman dan aku melihat di kebun tersebut ada seorang laki-laki yang sangat tinggi yang hampir aku tidak bisa melihat kepalanya. Dan di sekitarnya ada anak-anak kecil.

Kemudian aku diajak kepada sebuah kota yang sangat indah sekali, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan ternyata aku dapati di dalamnya adalah arwah kaum mukminin.

Kemudian aku diajak lagi ke sebuah tempat yang lebih indah dari yang pertama. Dan aku dapati di sana adalah arwah orang-orang yang mati syahid.

Kemudian diperlihatkan kepadaku sebuah istana yang sangat megah, lalu dikatakan kepadaku bahwa itu adalah tempatmu kelak. Lalu aku minta izin untuk memasukinya, maka malaikat itu berkata: ‘Adapun sekarang belum waktunya’. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Tolong ceritakan kepadaku apa yang aku lihat.”

Maka malaikat itu berkata: ‘Adapun orang yang berbaring dan dihancurkan kepalanya, ia adalah orang yang sudah diajarkan oleh Allah ayat-ayatNya, dia sudah mempelajari Al-Qur’an tapi dia tidak mengamalkannya, ia pun juga tidur dari shalat. Adapun yang kamu lihat mulut dan tengkuknya dihancurkan dan disobek, itu adalah orang yang keluar dari rumahnya lalu kemudian membuat berita-berita palsu yang tersebar kesana-kemari. Adapun yang kamu lihat laki-laki dan wanita yang telanjang, itu adalah para pezina. Adapun yang kamu lihat ia berenang di sungai darah, ia adalah pemakan riba. Adapun yang kamu lihat tergantung ia dengan mulut yang berdarah adalah mereka yang berbuka puasa di bulan Ramadan tanpa ada udzur. Adapun wanita yang dipatuki payudaranya, maka ia adalah wanita yang tidak mau memberikan asinya kepada anaknya.’

Saudaraku sekalian, ini adalah mimpi Rasulullah yang tentunya mimpi Rasulullah adalah haq, menceritakan tentang adzab kubur yang terjadi di alam sana. Allah Subhanahu wa Ta’ala mampu untuk mengadzab manusia di alam kuburnya dan bagi Allah itu adalah mudah, saudaraku.

Kita sekarang hidup di dunia, dunia bukanlah tempat pembalasan, dunia adalah tempat kita beramal. Berapa banyak orang yang berbuat kejahatan tidak diberikan balasan karena memang di dunia bukan tempat pembalasan, pembalasan itu kelak ketika kita telah meninggal dunia, ketika kita telah dikuburkan, di sanalah kita akan melihat pembalasan, terlebih ketika kita dibangunkan kelak di Padang Mahsyar, kemudian kita akan dihisab oleh Allah, di sanalah kita akan merasakan adzab yang amat keras, saudaraku.

Maka setiap kita memikirkan tentang bagaimana kehidupan nanti setelah kematiannya. Kalau kita sekarang memikirkan bagaimana nasib kita di dunia, kita ingin hidup enak, kita ingin tidur nikmat, maka akankah setelah di kuburan kita akan diberikan kenikmatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? Maka setiap kita, saudaraku, pasti akan mengalami kematian.
🕋 Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap jiwa pasti merasakan kematian.” (📖QS. Ali-Imran[3]: 185)

Ummatal Islam,

Sesungguhnya kematian itu sesuatu yang pasti. Semua manusia tidak akan pernah ada yang berani berkata “Saya akan hidup di dunia selama-lamanya” Siapa manusia yang akan hidup kekal di dunia? Tidak akan pernah ada. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah memberi tahu kepada kita kapan kematian itu tiba, saudaraku.

Allah tidak pernah memberitahukan kepada kita berapa umur kita. Kenapa demikian? Yaitu agar kita senantiasa berada dalam persiapan. Agar senantiasa terus berada diatas ketaatan. Kita tidak ingin saat kita berbuat maksiat kepada Allah tiba-tiba malaikat maut menjemput kita lalu ajal pun datang kepada kita dalam keadaan –na’udzubillah– kita meninggal dalam keadaan memaksiati Allah Jalla wa ‘Ala.

Ummatal Islam,

Setiap mukmin pasti berharap agar ia wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Setiap mukmin pasti berharap agar ia wafat diatas ketaatan. Maka mungkinkah kita mendapatkan itu jika kita tidak membiasakan dari hari ini? Dari waktu sekarang ini? Ataukah kita akan tertipu oleh buaian-buaian angan-angan? Kita berkata: “Nanti saya akan beramal, nanti saya akan taubat,” kapan nanti tersebut? Karena sesungguhnya ajal tidak pernah memberitahu kita.

Maka kewajiban kita adalah sekarang kita banyak bertaubat kepada Allah, sekarang kita banyak beramal shalih, sekarang kita banyak kembali kepada Allah. Dan kita berusaha untuk menjihadi diri kita. Jangan sampai kita menjadi hamba-hamba setan.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

°°KHUTBAH KEDUA°°

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Setiap kita di kuburan akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang tiga pertanyaan.

من ربك؟

“Siapa Rabbmu?”

من نبيك؟

“Siapa Nabimu?”

Dan

ما دينك؟

“Apa agamamu?”

Saat itu yang akan menjawab adalah amalan kita waktu di dunia. Tidak bermanfaat ketika orang mentalqinkan di atas kuburannya: “Hai fulan, kalau kamu ditanya siapa Rabbmu jawablah: ‘Tuhanku Allah.” Percuma talqin seperti itu jika dia waktu hidupnya tidak pernah mengenal Allah, tidak penah mengenal Rasulullah, tidak pernah mengenal agama Islam.

Maka saudaraku, jika kita ingin selamat di kuburan dari pertanyaan Munkar dan Nakir, sekarang kita kenali siapa Allah, kenali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kenali agama kita, pelajari dan amalkan dalam hidup kita. Dengan seperti itulah kita akan selamat.

Demi Allah, kuburan adalah penentu kita di akhirat. Dalam hadits Ibnu Majah,
🕋 Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ

“Sesungguhnya kuburan adalah tempat akhirat yang pertama kali.”

فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ

“Siapa yang selamat di kuburannya, maka setelahnya lebih mudah bagi dia.”

وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

“Siapa yang tidak selamat di kuburnya, maka setelahnya lebih sulit bagi dia.” (📖HR. Ibnu Majah)

Maka saudaraku, untuk inilah kita bersiap-siap, untuk hari itulah kita beramal shalih. Demi Allah, tidak ada penyesalan yang lebih besar dari seorang mayat kecuali dia dahulu tidak pernah beramal shalih. Dia ingin kembali kepada kehidupan dunia untuk bisa bersedekah, dia ingin kembali kepada kehidupan dunia untuk bisa shalat, bisa zakat, bisa puasa, bisa haji, namun tidak mungkin manusia kembali lagi ke alam dunia.

Maka sebelum penyesalan itu, saudaraku. Sesali diri kita hari ini juga. Berusahalah kita semangat dalam kebaikan dan amalan shalih. Demi Allah, kebahagiaan itu untuk diri kita sendiri.
🕋 Allah berfirman:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

“Jika kalian berbuat baik, maka kebaikan itu untuk diri kalian sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk, maka keburukan itu buat kalian sendiri.”

Allah tidak diuntungkan dengan ketaatan kita, Allah pun tidak dirugikan dengan kemaksiatan kita.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Tukang bpsp bergaji 200rb

Sriwijaya Times prabumulih.Pekerja Bangunan (Tukang) pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kota Prabumulih Tahun 2020, yang memiliki Sertifikat’ nantinya akan diberikan insentif sebesar Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah).

Hal ini diutarakan oleh Walikota Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, dalam Kegiatan Sertifikasi Tukang Program BSPS ( Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) Kota Prabumulih Tahun 2020. Bertempat Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Kamis (17/09/2020)

“Antara kualitas tukang dan kemampuan tukang harus sama dengan sertifikasinya, dan gaji untuk tenaga kerja yang memilikinya sertifikasi sebesar 200 Ribu Rupiah” ujar Walikota Ridho Yahya’ dalam sambutannya

Disebutkan pula bahwa program sertifikasi ini akan berjenjang, mulai tingkat pertama, kedua dan ketiga baik itu di bidang sudut bangunan maupun di bidang konstruksi lainnya.

Dalam kegiatan ini Walikota Ir. H. Ridho Yahya, MM tampak didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Prabumulih Muhammad Yusuf Arni, S.Pd, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. Mulyadi Musa M.Si.

Turut hadir Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah ll Palembang Nanan Abidin, S.Kom, M.Si, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera V Ir. A.Darwis, MM dan Para Peserta.(*Diskominfo_Pbm)

Oknum PHL diduga pungli terhadap penerima bantuan sosial tunai(BST)

Ditengah badai pandemi Covid 19 tentunya Masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya program bantuan sosial dalam bentuk apapun.

Namun hal itu sungguh sangat disayangkan jika harus ternoda oleh ulah oknum2 yg berusaha mengambil keuntungan dari program tersebut dengan melakukan pungutan liar(pungli) terhadap penerima bantuan.

Seperti yang dialami oleh TETEH (23) adalah penerima BST an Eko Saputra yg beralamat di jalan Arimbi prabujaya, TETEH mengatakan jika dia ketika hendak mengambil dana BST tahap 4 dan 5 di kantor pos Jum’at(28-8-2020) sekira pukul 10:30 WIB bermaksud untuk menanyakan undangan BST ( sebagai alat tukar untuk mencairkan dana bansos) dia menemui seorang wanita bernama DESI ( 28) yg mengaku petugas dari dinas sosial.

Alih-alih membantu TETEH, wanita tersebut (Desi) mengatakan jika dialah yg berhak untuk menentukan siapa yg berhak dan tidak untuk menerima bantuan, dia bisa saja tidak memberikan undangan tsb kepada teteh

namun jika teteh setuju, tentunya dgn memberikan imbalan berupa sejumlah uang, maka teteh akan menerima undangan untuk mencairkan dana bansos

Lebih lanjut saat ditemui wartawan teteh mengatakan jika awalnya dia (Desi oknum PHL) minta 300rb “ay yuk Mun sebanyak itu dak pacak soalnyo aq Ado gunonyo jugo duet itu, tapi Mun 100 cakmano? Terus Ayuk itu (Desi) nyuruh masuke duet 100 ke tasnyo. Diam2 Bae jangan omgke wong uji Ayuk itu” jelas teteh dengan logat kental Prabumulih 😊

Ulah oknum tersebut tak sampai disitu saja, setelah mendengar kabar jika kesalahan nya sudah diketahui oleh pihak dinas sosial. Dia (oknum nakal PHL) bukannya mengakui kesalahannya dan meminta maaf tapi justru beberapa kali mendatangi tempat tinggal teteh ( korban)

Dengan alasan untuk silaturahmi, oknum PHL tsb meminta TETEH untuk merubah pernyataanya sembari memberikan amplop yg belom diketahui isinya juga sedikit ancaman jika TETEH menolak maka akan dilaporkan ke polisi. Lantaran oknum tsb mempunyai kakak ipar seorang polisi dan kakaknya juga pernah menjabat ketua RT di kelurahan prabujaya

Teteh yg notabene seorang ibu rumah tangga yg nikah muda juga sekarang dalam keadaan hamil merasa takut atas ancaman tersebut, dan kembali memberikan keterangan thd wartawan atas perihal tsb ” Dio ni lah 3 kali datang kerumah ktonyo nak silaturahmi tapi Dio nyuruh aq untuk merubah omgan aq pak, Dio jugo ngajak keluargonyo. Dio ngenjok aq amplop tapi Lom kubukak tapi ngancam nak melaporkan ke polisi kalo aq dak galak merubah omgan aq” jelas teteh lugu dengan raut wajah bingung dan cemas

layaknya pergerakan MAfia Desi juga berkomplot dengan DADANG ( oknum Kelurahan yg terlibat) juga mengancam akan mempersulit teteh dan keluarga jika nantinya berurusan di kantor lurah terkait surat menyurat dll. ” Pak DADANG ngatoke kalo kami bakal saro beuruasan dikantor lurah Mun masalah ini panjang, aq tambah takut pak” ujar TETEH yg terlihat agak pucat

Sementara itu dinas sosial Prabumulih melalui ….. ( Bagian/ jabatan)…… ( Namo lgkap yuk Yuni) saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan sudah menerima laporannya. Wanita ….( Jumlah anak yuk Yuni) menjelaskan jika oknum tersebut bukanlah dari dinas sosial namun mereka adalah petugas yg di perbantukan di kelurahan prabujaya sebagai pendamping penerima BST dan beliau sangat menyesalkan dan geram dengan ulah anak buahnya ini.

Lebih lanjut Yuni( sapaan akrab ibu …..) Mengatakan akan memanggil oknum tsb dan jika terbukti melakukan tindakan yg diduga pungli maka pihaknya akan menindak tegas dengan sangsi keras berupa pemberhentian . ” Dinas sosial tidak membenarkan tindakan tsb (pungli/red) dan sangat membencinya, karena bantuan tersebut murni untuk warga kurang mampu dan mereka pun ditugaskan untuk melayani penerima bantuan, mereka itu sudah dibayar dan jugo kalo memang laporan yg kami terima ini benar ,tentunya sangsi akan kami terapkan” tukas wanita cantik bertubuh mungil ini

Kepala dinas sosial Drs Herianto…… Sendiri saat di konfirmasi menjelaskan……………

……

Sementara itu walikota Prabumulih saat dijumpai disela menghadiri resepsi pernikahan di tugu kecil, saat ditanya tentang pungli terhadap bansos mengatakan apabila ada ditemui pungutan dalam bentuk apapun terhadap bansos maka warga jangan takut untuk melaporkan dengan pihak yg terkait. ” Kalo Ado yg berani pungli, laporke Bae dak usah takut. Pasti kito lindungi yg melapor dan untuk pelaku pasti kito sangsi keras” kato wako 2 periode ini dengan berapi-api

Dilain tempat Bakri 56 ( warga prabujaya) berharap jika pemerintah harus bijak menyikapi hal tersebut dan tegas, karena tentunya masyarakat gerah dengan ulah oknum2 seperti ini, dan juga terkait masalah informasi publik dalam bentuk apapun seperti undangan BST dan undangan insentif marbot, guru mengaji tradisional dan pengurus jenazah hendaknya dapat disampaikan kepada yg berhak menerimanya ” jangan ditahan , kami gelabakan lah hari H tapi undangan belom Ado” terang Bakri agak emosi

Harapan kita semua tentunya, agar permasalahan seperti ini segera diselesaikan dan tidak terulang kedepannya ( red)

RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) Kesalahan Logika Berpikir

Oleh: Wibisono*

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP) yang belakangan dibahas di sidang paripurna DPR RI telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Banyak yang mengeritik namun hampir sedikit yang memuji rancangan undang-undang tersebut. Bila awalnya saja sudah mengundang kehebohan, lalu ada apa sebenarnya dengan RUU-HIP ini?

Kalau kita melihat sejarah, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode (2009-2014) telah mengeluarkan Empat Pilar MPR dimana Pancasila adalah salah satu pilarnya. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017, Presiden Jokowi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Kemudian melalui Peraturan Presiden No. 7 tahun 2018, Presiden Jokowi membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode (2019-2024) juga tidak mau ketinggalan. DPR saat ini sedang membahas RUU HIP yang merupakan inisiatif DPR atas usul dari partai PDIP.

Tujuannya sebagaimana tertera di Pasal 1, ketentuan umum RUU HIP yang berbunyi: “Haluan Ideologi Pancasila adalah pedoman bagi penyelenggara negara dalam menyusun dan menetapkan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan nasional di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, mental, spiritual, pertahanan dan keamanan yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, serta arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.”

Mungkin para perumus HIP tidak menyadari dengan menyatakan tujuan membuat Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ini, sekaligus merupakan pengakuan, bahwa selama 75 tahun berdirinya Republik Indonesia yang seharusnya sudah berdasarkan Pancasila sebagai Landasan Filosofis dan Ideologi Negara. Ternyata para penyelenggara negara, termasuk DPR RI sendiri, tidak menggunakan Pancasila dalam menyusun dan menetapkan perencanaan dan sebagainya, sehingga sekarang, pada tahun 2020, perlu dibuat Undang-Undang yang mengatur Pancasila sebagai pedoman untuk para penyelenggara negara dan arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penduduk di Republik Indonesia tidak semua warga negara Indonesia, melainkan juga ratusan ribu warganegara asing yang tinggal di Indonesia sebagai pekerja atau karena alasan-alasan lain. Sebagai penduduk di Indonesia, dengan dicantumkannya warganegara dan “penduduk”, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia, mereka juga diharuskan menghafal Pancasila dan mengikuti arah yang ditetapkan oleh Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.

Kesalahan pertama penyusunan RUU HIP adalah menggunakan rangkaian kata-kata “Ideologi Pancasila.” Dalam Empat Pilar MPR dinyatakan bahwa Pancasila adalah Ideologi Negara. Dengan demikian menulis Ideologi Pancasila adalah suatu pengulangan sehingga menjadi “Haluan Ideologi Ideologi.” Jadi seharusnya judulnya adalah “Haluan Pancasila (HP)” saja.

Arti kata Haluan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah:

1. Bagian perahu (kapal) yang sebelah muka,

2. Yang terdahulu atau terdepan,

3. Arah; tujuan,

4. Pedoman (tentang ajaran dan sebagainya) – negara arah, tujuan, pedoman, atau petunjuk resmi politik suatu negara; – politik arah atau tujuan politik.

Seperti tertulis di atas, dalam Pasal 1 disebutkan tujuan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila adalah sebagai “Arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.”

Mau digunakan yang manapun dari keempat penjelasan KBBI, menempatkan Pancasila sebagai haluan atau meletakkan Pancasila terdepan, atau menentukan arah/tujuan Pancasila atau mengarang pedoman Pancasila, semuanya salah.

Kelihatannya penyusun konsep HIP tidak memahami bahwa Pancasila berarti:

1. Landasan Filosofis Negara Kesatuan Republik Indonesia,

2. Ideologi Negara, dan

3. Merupakan sumber segala sumber hukum negara,

Mengenai Pancasila sebagai Landasan Filosofis dan Ideologi Negara sudah jelas sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Negara juga dicantumkan dalam Empat Pilar MPR.

Tanggal 12 Agustus 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Undang-Undang No. 12 tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Dalam Pasal 2 ditegaskan: “Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum.”

Jadi semua hukum dan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia bersumber dari Pancasila. Sekarang Pancasila akan diletakkan di depan atau mau dibuat arahnya. Dengan demikian, kalimat “Haluan Ideologi Pancasila” adalah suatu kontradiksi (Contradictio in terminis), atau rangkaian kata-kata yang saling bertentangan. Ini adalah kesalahan logika berpikir.

Kesalahan kedua, dan yang paling salah adalah membuat Undang-Undang untuk Pancasila. Sesuai dengan UU No. 12 tahun 2011, semua Undang-Undang letaknya di bawah Pancasila. Tidak ada dasar hukum di atas Pancasila yang dapat memberi legitimasi membuat Undang-Undang untuk Pancasila. Oleh karena itu, pemikiran yang sangat aneh akan membuat Undang-Undang untuk sumber segala sumber hukum negara Indonesia. Ini suatu kesalahan logika berpikir lagi. Oleh karena itu, sebaiknya pembahasan RUU HIP dibatalkan.

Kalau memang dipaksakan akan dilanjutkan dan berhasil menjadi Undang-Undang, maka DPR memunculkan kontroversi baru sehubungan dengan Pancasila. Setelah kontroversi penggunaan frasa “Pilar” oleh MPR untuk Pancasila, kini dimunculkan kontroversi oleh DPR mengenai kedudukan Pancasila dan membuat Undang-Undang untuk Pancasila.

Formulasi kalimat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga keliru. Pertama, seperti dijelaskan di atas, Pancasila sendiri adalah Ideologi. Jadi memakai rangkaian kata-kata Ideologi Pancasila adalah pengulangan kata Ideologi. Kedua, dengan formulasi kalimat ini, maka berarti yang dibina adalah Ideologi Pancasila, bukan membina masyarakat untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila.

Sebenarnya formulasi yang digunakan di era Orde Baru lebih tepat. Yang dibuat bukan Haluan atau Pedoman Ideologi Pancasila atau “Pembinaan Ideologi Pancasila, melainkan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, yang dikenal sebagai P–4. Badan yang dibentuk untuk melaksanankannya dinamakan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7). Jadi bukan “Pembinaan Pancasila”, melainkan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaannya.

Setelah Orde Baru tumbang, Tap MPR No. II tahun 1978 Tentang Ekaprasetya Pancakarsa (P-4) ini dicabut melalui Tap MPR No. XVIII tahun 1998. Dengan dicabutnya Tap MPR yang menjadi dasar P-4, maka otomatis BP-7 juga hilang.

Para pendiri negara dan bangsa Indonesia dalam menyusun Undang-Undang Dasar pada tahun 1945, sepakat menetapkan Pancasila sebagai Landasan Filosofis Negara yang akan dibentuk. Kemudian lima butir Pancasila tersebut dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari batang tubuh Undang-Undang Dasar yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

Dalam perkembangannya, kini Pancasila kelihatannya menjadi “proyek tanpa akhir.” Setelah 75 tahun, masih diperdebatkan kapan “lahirnya” Pancasila. Sejak era yang dinamakan Orde Lama, timbul dan tenggelam berbagai tafsir mengenai Pancasila. Di era Orde Lama ada yang dinamakan TUBAPIN, Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi, yang sebagian besar adalah pidato-pidato Presiden Soekarno setiap tanggal 17 Agustus. Juga pada Manifesto Politik (Manipol). Ada gagasan Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis). Hal-hal tersebut semua disosialisasikan ke seluruh Indonesia, dengan dana besar. Dengan runtuhnya kekuasaan Orde Lama, maka hilang semua doktrin dan gagasan-gagasan dari penguasa Orde Lama.

Di era Orde Baru, melalui Ketetapan MPR No. II tahun 1978 Tentang Ekaprasetya Pancakarsa, disusun tafsir Pancasila dengan nama Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, yang dikenal sebagai P–4. Untuk pelaksanaannya, dibentuk Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7).

Sebenarnya untuk mengerti, menghayati dan mengamalkan Pancasila, terutama mewujudkan Sila kelima, tidak diperlukan tafsir yang rumit, dengan biaya yang besar untuk sosialisasinya. Cukup dengan berpedoman pada Tiga N, yaitu:

1. NALAR,

2. NURANI,

3. NASIONALISME.

Apakah para pelaku sejarah saat ini yakin, bahwa semua tafsir Pancasila di era reformasi setelah tahun 1998 akan dapat berlaku abadi dan bertahan sepanjang masa?. Apakah tidak akan bernasib seperti tafsir-tafsir Pancasila di era Orde Lama dan Orde Baru?. Sekarang saja sudah sangat banyak tentangan dan penolakan dimasyarakat.

Ada istilah “Sejarah selalu berulang kembali.” Hal ini disebabkan karena para pelaku sejarah tidak belajar dari sejarah. Semua penyelenggara negara adalah pelaku sejarah. Yang memperparah keadaan saat ini adalah, banyak penulisan-penulisan yang salah mengenai sejarah. Bahkan di buku Materi Sosialisasi Empat Pilar yang dikeluarkan oleh MPR, dimana MPR adalah kumpulan pelaku sejarah, telah menerbitkan buku yang berisi penulisan sejarah yang salah, bahkan kesalahan fatal yang sangat menyesatkan.

Yang lebih penting daripada membuat tafsir baru mengenai Pancasila versi penguasa sekarang adalah menyusun konsep untuk Membangun Bangsa dan Jatidiri Bangsa (Nation and Character Building). Mengenai pentingnya Nation and Character Building ditegaskan oleh Presiden Soekarno dalam Pidato kenegaraan pada 17 Agustus 1957. Seluruh rakyat Indonesia harus menyadari dan memahami, bahwa bukan hanya negara Indonesia yang baru yang lahir pada 17 Agustus 1945, melainkan juga Bangsa Indonesia sebagai entitas politik, adalah bangsa baru yang resmi dibentuk pada 17 Agustus 1945. Sebagai suatu bangsa, bangsa Indonesia belum memiliki jatidiri yang dapat dikatakan sebagai jatidiri (Karakter) bangsa Indonesia.

Oleh karena itu lembaga tinggi negara yaitu: Presiden, MPR, DPR, DPD, para akademisi, tokoh tokoh nasional, dan para tokok masyarakat, harus duduk besama dan menyusun konsep untuk membangun bangsa dan jati diri bangsa membangun bangsa dan jatidiri bangsa.

Kesimpulan, pengesahan draft RUU HIP menjadi RUU dalam paripurna di DPR juga terkesan sangat tergesa-gesa, bersama-sama dengan tiga RUU lainnya yaitu RUU Corona, RUU Penanggulangan Bencana dan RUU Minerba. Saat itu tidak disediakan sesi penyampaian pandangan fraksi sehingga tidak diketahui fraksi mana saja yang setuju dan mana yang menolaknya, sehingga transfaransinya sangat diragukan.

Sedangkan dari aspek substansinya, RUU ini mengandung banyak kontroversi sehingga memunculkan banyak pertanyaan didalamnya, ada beberapa analisa yang di luar nalar yaitu alasan pembentukannya, status RUU dalam tata hukum nasional, legalitas pancasila yang akan di undangkan, jenis pancasila yang akan di undangkan dan status Tuhan dalam Pancasila di RUU Haluan Idiologi Pancasila. Dalam konsideran RUU HIP disebutkan, UU HIP tidak perlu dibentuk sebab belum ada UU dalam bentuk Haluan Ideologi Pancasila sebagai landasan hukum untuk menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai kerangka landasan berpikir dan bertindak bagi penyelenggara negara dan masyarakat guna mencapai tujuan bernegara sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945.

Munculnya RUU HIP yang kontroversial itu sepertinya memang mengandung misi untuk melupakan sejarah masa lalu dan menatap langkah ke depan, ini seperti Pancasila abad 21. Dasar hukum berlakunya Pancasila dan UUD 1945 saat ini, adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Oleh karena itu kalau Pancasila yang dimaksudkan dalam RUU HIP itu adalah Pancasila yang berlaku sekarang maka Dekrit Presiden 5 Juli 1959 wajib masuk dalam konsideran RUU. Selain itu bicara Pancasila kaitannya dengan dasar falsafah negara harus merujuk pada alenia ke 4 Pembukaan UUD 1945.

Hal ini dipertegas dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 pada Pasal 1. Selain itu Ketetapan MPRS No. XXV Tahun 1966 sebagai pedoman larangan ideologi komunisme/ Marxisme-leninisme seharusnya juga dimasukkan dalam bagian konsiderannya. Tap MPRS tersebut berisi tentang Pelarangan Partai Komunis Indonesia, pernyataan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah NKRI dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan paham atau ajaran komunisme/Marxisme-Leninisme di Indonesia.

RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) merupakan program legislasi prioritas DPR RI pada tahun 2020 ini, dan sudah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI menjadi usul inisiatif DPR RI. Persetujuan ini diperoleh setelah sembilan fraksi mendukungnya. RUU HIP terdiri dari 10 Bab dan 60 pasal.

Pada bagian “Menimbang” dinyatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, dasar filosofi negara, ideologi negara, dan cita hukum negara merupakan suatu haluan untuk mewujudkan tujuan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat dalam tata masyarakat adil dan makmur melalui pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahwa untuk mencapai tujuan bernegara tersebut diperlukan kerangka landasan berpikir dan bertindak bagi penyelenggara negara dan masyarakat dalam bentuk Haluan Ideologi Pancasila. Dengan demikian RUU ini disusun atas dasar belum adanya undang-undang sebagai landasan hukum yang mengatur Haluan Ideologi Pancasila untuk menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

*Penulis pengamat militer dan pertahanan. Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN)


Editor: Andhika Dinata

Muara kilangan petanang

Kabupaten Muara Enim ternyata memiliki banyak lokasi-lokasi yang berpotensi untuk menjadi tempat wisata termasyhur di kalangan wisatawan lokal maupun nusantara. •
Salah satunya yang berada di Desa Petanang Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, terdapat sungai cantik yang diberi nama MUARA KILANGAN

Sungai muara kilangan ini dapat menjadi salah satu potensi wisata di Bumi Serasan Sekundang. Terbukti, sejak banyak dikunjungi warga sekitar dan bahkan masyarakat dari luar daerah seperti kota Prabumulih dan Palembang.

Sekedar mengingat, pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan pemasukan devisa negara. Salah satu upaya yang terus dilakukan hingga sekarang adalah dengan mengembangkan industri pariwisata Indonesia.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ratusan suku dan budaya memiliki banyak potensi sebagai modal awal mengembangkan industri ini.

Melalui Kementerian Pariwisata, pemerintah mendorong para pelaku bisnis di bidang pariwisata untuk mengembangkan pariwisata domestik di daerah-daerah yang selama ini masih belum terekspos oleh publik. Pada tahun 2016 yang lalu, pemerintah bersama pelaku bisnis pariwisata berhasil menyulap kawasan Indonesia Timur menjadi destinasi impian.

Lokasi-lokasi seperti Lombok, Sumba, Pulau Komodo, Raja Ampat, dan Teluk Cendrawasih yang dulunya tidak populer kini seolah menjelma menjadi destinasi wisata yang memiliki daya tarik tinggi dan selalu mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Untuk bisa menikmati pemandangan alam yg luar biasa di seputaran Sungai muara KILANGAN ini butuh perjuangan yg luar biasa.

jaraknya dari desa petanang tidak begitu jauh, namun

Aktitas jual beli di Pasar Pagi Terminal Lingkar Kota Prabumulih semakin menunjukkan peningkatan setiap harinya.

Apalagi saat ini setiap harinya OPD dari berbagai Dinas si jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, secara bergiliran di arahkan oleh Walikota untuk berbelanja di Pasar Pagi ini dalam rangka turut mendukung Program relokasi juga membantu mendongkrak pendapatan para pedagang.

Beberapa pedagang yang sempat awak media ini bincangi mengaku omset yang di dapatkan mulai membaik dan cenderung stabil.

Toni, Pedagang Bawang, mengatakan sejauh ini cukup penjualan cukup lancar. Warga yang bermukim di Belakang pasar inpres Prabumulih mengatakan dirinya mulai pindah ke Pasar Terminal Lingkar tersebut sejak awal pelaksanaan relokasi, dua pekan lalu pada saat mulai pemberlakuan PSBB di Kota Prabumulih.

Toni mengungkapkan tadinya Dia berjualan di lapak emperan pinggir jalan Sudirman area PTM Prabumulih, dan pria ini mengaku dirinya tak berkeberatan dengan pemindahan lokasi berdagang di Terminal Lingkar ini.

Diutarakan nya acap kali dia mulai berdagang sejak jam 10 malam di Pasar Induk nya Kota Prabumulih ini, karena menurut dia terkadang ada saja pembeli yang mulai belanja, untuk berjualan kembali di Kalangan-kalangan.

“Kami mulai pindah jualan di sini sejak awal, ya jualan masih lancar lah” kata Toni saat dibincangi media ini Minggu Pagi (07/06/2020).

Hal senada juga di ungkapkan Efri, penjual ayam potong, Pria berambut gondrong ini mengatakan dagangan nya masih terbilang laris meskipun dilokasi jualan yang baru.

Cakmano, jualannyo sejak disini Kang, tanya media ini kepada Efri.

“Alhamdulilah…” jawabnya singkat sambil sibuk melayani konsumen yang hendak membeli dagangannya.

Sementara, pedagang sayuran bernama Meri, menuturkan peruntungan nya belum begitu baik, pasalnya pembeli dagangannya tak seramai saat dia berjualan di lapak Pasar emperan PTM dan juga tidak semua pedagang pindah kesini, masih banyak yg berjualan di PTM

“Masih belum pecak di Pasar kemaren, mungkin karena masih baru disini, tapi kan pegawai negeri setiap hari belanjo di sini, jadi beguyur lah…mudah-mudah kagek balik normal cak semulo” Ucap perempuan ini sembari tersenyum.

Pengamatan media, kondisi Pasar Induknya Kota Prabumulih ini seperti lazimnya Aktifivis jual beli di Pasar pada umumnya, namun bedanya di Terminal Lingkar Timur ini lokasi nya yang luas, juga penataan yang apik membuat suasana terasa nyaman, tak padat dengan desak jubalan lalu lalang pembeli sehingga penerapan protokol jaga jarak bisa diterapkan, pedagang dan pembeli pun terlihat menggunakan masker saat Aktifivitas jual beli disana.

Tampak pula ada Anggota DPRD yang menyempatkan meninjau sekaligus berbelanja, Kepala OPD Dinas Pertanian dan Perkebunan, juga puluhan OPD, serta petugas pengawas Pasar.